Edukasi Kesehatan Seksual Jadi Kunci Cegah Perilaku Berisiko di Madrasah



Surakarta- Madrasah Aliyah Al-Muayyad mengikuti Sosialisasi Kesehatan Seksual yang diadakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Al-Muayyad untuk siswa-siswi pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 yang bertempat di Aula SMA Al-Muayyad Surakarta.

Guna mematahkan persepsi banyak orang dalam menilai pondok pesantren dikarenakan banyaknya kasus yang terjadi terkait pelecehan seksual, kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi siswa-siswi dalam menata pergaulan di zaman yang kurang aman. Memberikan imbauan tentang batasan, baik antara murid dengan guru, dan laki-laki dengan perempuan. Materi tersebut dipaparkan oleh dr. Hj. Tri Wigati selaku jogo santri pondok Al Muayyad Surakarta. Sebagai dokter, Beliau sangat mengedepankan kebersihan dan kesehatan di pondok pesantren. 


"Kita harus menjaga kesehatan seksual, karena penting untuk masa depan. Kita juga harus waspada pada pergaulan zaman sekarang, jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas," pesannya. 

Pentingnya menjaga kesehatan seksual seringkali terabaikan, hanya karena topik ini dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Akhirnya, pondok pesantren mendobrak batasan tersebut dan menyajikan fakta medis yang mudah dipahami oleh siswa-siswi. 

Salah satu siswi kelas XI, Alfi Faizzatur Rohmah mengaku bahwa sosialisasi ini bermanfaat bagi santri karena banyak edukasi yang dapat kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Seperti menjaga kesehatan, pola makan, pola tidur, dan bahaya narkoba serta rokok.

Tim jurnalistik melakukan wawancara dengan siswi kelas XI, Latifah Nurul Aini, "Saya tidak setuju dengan orang yang merokok, karena hal itu merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, dapat merusak organ tubuh secara perlahan. Maka dari itu, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi remaja dan orang dewasa agar sadar dan tidak berlarut-larut dalam kebiasaan buruk." 

Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain, khususnya pondok pesantren. Demi membangun madrasah dan pesantren yang sehat tanpa rokok dan narkoba. Serta mencegah pelecehan seksual di kalangan madrasah dan pesantren.

"Terima kasih Bu Tiwi, sudah memberikan edukasi dengan penyampaian yang baik, rinci, mudah dipahami, dan menyenangkan. Bersyukur bisa mendapatkan edukasi seperti ini di Pondok Pesantren," ungkap Queensa Humaira Azzahra, salah satu siswi kelas XI yang mengikuti sosialisasi. 

Disusun oleh: Asva Dzakiya dan Nafisah Khoirunnissa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by Cak Imin | | Agus Muhaimin