SOSIALISASI BERSAMA BAWASLU SURAKARTA DAN BIMBINGAN REMAJA USIA SEKOLAH (BRUS) BERSAMA KUA LAWEYAN




Surakarta- Madrasah Aliyah Al-Muayyad mengadakan kegiatan sosialisasi bersama BAWASLU dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bersama KUA Laweyan, Surakarta dalam rangkaian acara MATAMUDA hari kelima. Pada hari Jum’at, 17 Juli 2026 di Aula lantai 1 MA Al-Muayyad Surakarta.

BAWASLU Kota Surakarta memiliki program BAWASLU Goes to Pesantren yang bertujuan untuk mengajarkan pemahaman demokrasi kepada siswa-siswi pondok pesantren yang akan melakukan pemilu perdana di 2029 mendatang. Siswa-siswi diajarkan tentang pentingnya literasi digital pada era modern seperti sekarang ini, terutama pada pemilih generasi Z. Menurut data yang diberikan, pemilih pada pemilu 2024 didominasi oleh pemilih generasi Z dengan rentang usia 18-24 tahun.

“Anak-anak generasi Z rata-rata sudah memiliki akun media sosial masing-masing. Maka dari itu, untuk menghindari konflik digital, diperlukan adanya penyuluhan dan sosialisasi pada siswa-siswi di sekolah. Tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan sikap kritis dalam menganalisis banyaknya berita palsu yang beredar di media sosial. Agar kedepannya, siswa-siswi bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial, dan tidak memunculkan konflik-konflik baru yang memecah belah masyarakat,” tutur Agus Sulistyo, S.E., S.H., MM., selaku pembicara dari BAWASLU Kota Surakarta.

Kemudian dilanjut Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) oleh KUA Laweyan yang bertujuan untuk mengajarkan pentingnya memiliki prinsip kehidupan dimulai dari usia remaja.

”Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini diberikan untuk siswa setingkat SMP dan SMA, karena pemerintah kita sangat concern dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Kemudian, dalam perkembangan remaja, selain mereka menyerap ilmu dari guru-guru, mereka punya gambaran hidup ke depan, bagaimana menata diri, menata pergaulan dengan guru, dengan teman, dan kemudian memahami batasan agar tidak terjerumus pada pergaulan yang tidak baik, seperti narkoba, minuman keras, perjudian, dan pernikahan dini,” ujar Amin Rasyadi selaku pembicara dari KUA Laweyan.

“Untuk menjadi remaja yang berkarakter baik, lingkungan sangat mempengaruhi. Kalau di pesantren, kita belajar bukan hanya teoritis, tetapi juga mempraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tinggal di pesantren, pasti diarahkan untuk memiliki karakter baik, karena keseharian kita langsung terlihat, beda dengan sekolah di luar. Selain itu, pasti ada pengasuh dan kyai yang selalu mendoakan kita, sehingga selain bimbingan dari guru dan pengurus, Allah SWT akan memberikan hidayah untuk kemudian membentuk karakter yang baik pada diri kita. Kemudian agar melatih karakter yang bertanggung jawab, tinggal di pesantren juga menuntut kita untuk mandiri. Kita akan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, untuk kemudian, seiring bertambah kedewasaan, kita akan diberikan tanggung jawab terhadap teman-teman, melalui organisasi dan seterusnya sesuai tingkatan usia. Tanggung jawab bukan sesuatu yang dipelajari, tapi dipupuk, dipraktekkan, berkembang sesuai umur dan peran,” tambahnya.

Disusun oleh: Asva Dzakiya dan Nafisah Khoirunnissa’

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by Cak Imin | | Agus Muhaimin