Semaan Al-Qur'an
Siswa Program Tahfidzul qur'an (program Khusus), wali peserta didik diberi kesempatan menyemak hafalan (capaian) putra-putrinya di akhir semester.
Edukasi Kesehatan Seksual Jadi Kunci Cegah Perilaku Berisiko di Madrasah
Tanamkan Jiwa Demokrasi Sejak Dini, Menjaga Pergaulan untuk Masa Depan
BAWASLU Kota Surakarta memiliki program
BAWASLU Goes to Pesantren yang bertujuan untuk mengajarkan pemahaman demokrasi
kepada siswa-siswi pondok pesantren yang akan melakukan pemilu perdana di 2029
mendatang. Siswa-siswi diajarkan tentang pentingnya literasi digital pada era
modern seperti sekarang ini, terutama pada pemilih generasi Z. Menurut data
yang diberikan, pemilih pada pemilu 2024 didominasi oleh pemilih generasi Z
dengan rentang usia 18-24 tahun.
“Anak-anak generasi Z rata-rata sudah
memiliki akun media sosial masing-masing. Maka dari itu, untuk menghindari
konflik digital, diperlukan adanya penyuluhan dan sosialisasi pada siswa-siswi
di sekolah. Tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan sikap kritis dalam
menganalisis banyaknya berita palsu yang beredar di media sosial. Agar
kedepannya, siswa-siswi bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial, dan
tidak memunculkan konflik-konflik baru yang memecah belah masyarakat,” tutur
Agus Sulistyo, S.E., S.H., MM., selaku pembicara dari BAWASLU Kota Surakarta.
Kemudian dilanjut Bimbingan Remaja Usia
Sekolah (BRUS) oleh KUA Laweyan yang bertujuan untuk mengajarkan pentingnya
memiliki prinsip kehidupan dimulai dari usia remaja.
”Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini
diberikan untuk siswa setingkat SMP dan SMA, karena pemerintah kita sangat concern
dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Kemudian, dalam
perkembangan remaja, selain mereka menyerap ilmu dari guru-guru, mereka punya
gambaran hidup ke depan, bagaimana menata diri, menata pergaulan dengan guru,
dengan teman, dan kemudian memahami batasan agar tidak terjerumus pada
pergaulan yang tidak baik, seperti narkoba, minuman keras, perjudian, dan
pernikahan dini,” ujar Amin Rasyadi selaku pembicara dari KUA Laweyan.
“Untuk menjadi remaja yang berkarakter
baik, lingkungan sangat mempengaruhi. Kalau di pesantren, kita belajar bukan
hanya teoritis, tetapi juga mempraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika tinggal di pesantren, pasti diarahkan untuk memiliki karakter baik,
karena keseharian kita langsung terlihat, beda dengan sekolah di luar. Selain
itu, pasti ada pengasuh dan kyai yang selalu mendoakan kita, sehingga selain
bimbingan dari guru dan pengurus, Allah SWT akan memberikan hidayah untuk
kemudian membentuk karakter yang baik pada diri kita. Kemudian agar melatih
karakter yang bertanggung jawab, tinggal di pesantren juga menuntut kita untuk
mandiri. Kita akan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, untuk kemudian,
seiring bertambah kedewasaan, kita akan diberikan tanggung jawab terhadap
teman-teman, melalui organisasi dan seterusnya sesuai tingkatan usia. Tanggung
jawab bukan sesuatu yang dipelajari, tapi dipupuk, dipraktekkan, berkembang
sesuai umur dan peran,” tambahnya.
Disusun oleh: Asva Dzakiya dan Nafisah
Khoirunnissa’
Membakar Semangat Kebersamaan dalam Penerimaan Tamu Ambalan Tahun Ajaran 2026/2027
Surakarta- Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta melaksanakan kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) yang diadakan oleh Dewan Ambalan Penegak (DAP) pramuka gugus depan 01. 133 – 01.134. Pada hari Kamis, 16 Juli 2026 di MA Al-Muayyad Surakarta.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kehidupan ambalan kepada calon
pramuka penegak melalui beberapa materi dan aktivitas yang menumbuhkan rasa
kebersamaan, kekompakkan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa penuh semangat
mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Berbagai kegiatan dirancang untuk
mewujudkan tujuan tersebut, di antaranya sebagai sarana menumbuhkan kekompakkan,
kreativitas, dan rasa percaya diri, maka peserta dibentuk menjadi beberapa
sangga dan wajib membuat yel-yel untuk ditampilkan dihadapan DAP dan peserta PTA
lainnya. Selain itu, penyampaian materi dilakukan di luar ruangan untuk
memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif sekaligus melatih fisik, mental,
kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi.
Selaku pembina pramuka gugus depan 01. 133 – 01. 134, Drs. Hady Wiyata
menyampaikan, “Salam Pramuka! Selamat datang kepada seluruh peserta Penerimaan
Tamu Ambalan. Jadikan kegiatan ini sebagai awal untuk belajar menjadi Penegak
yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa kepemimpinan. Ikuti setiap
kegiatan dengan semangat, jaga kekompakan, dan amalkan Tri Satya serta Dasa
Darma dalam kehidupan sehari-hari. Selamat mengikuti kegiatan. Semoga kalian
menjadi Penegak yang tangguh, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama.”
“Menurut pribadi, senang bisa mendampingi adik-adik selama kegiatan PTA
berlangsung. Memberikan apa yang kami tahu kepada adik-adik tentang Pramuka,
dan memperkenalkan ekstrakulikuler Pramuka di Madrasah Aliyah Al-Muayyad, dan
sama-sama belajar tentang kepramukaan bersama adik-adik. Tentunya adanya DAP di
kepramukaan Madrasah Aliyah menjadi pendamping dan panutan bagi adik-adik di
Madrasah Aliyah. Harapan kami selaku DAP semoga adik-adik menjadi penerus dan
dapat mengokohkan pondasi kepramukaan Madrasah Aliyah yang sudah dibangun oleh para
kakak kelas kita sebelumnya,” papar Arifin Aryzaldy yang menjabat sebagai Pradana
masa bakti 2026 – 2027.
Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para tamu ambalan Umar
bin Khattab dan Siti Khadijah, gugus depan 01. 133 – 01. 134 untuk bergabung
dan berperan aktif dalam membangun Ambalan Pramuka di lingkungan madrasah.
Disusun oleh: Nafisah Khoirunnissa’ dan Asva Dzakiya.
Menguatkan Moderasi Beragama, melalui Sosialisasi Toleransi di Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta
Surakarta- Madrasah Aliyah
Al-Muayyad Surakarta melaksanakan kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah
(MATAMUDA) tahun ajaran 2026/2027. Pada hari Rabu, 15 Juli 2026 di ruang kelas Madrasah
Aliyah Al- Muayyad Surakarta.
Kegiatan MATAMUDA hari ketiga mengenai Madrasah Sehat, Aman, dan
Menyenangkan dapat mencerminkan komitmen madrasah dalam mewujudkan lingkungan
pendidikan yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual; aman dari segala
bentuk kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi; serta menyenangkan melalui
kegiatan yang edukatif, kreatif, dan inspiratif. Dengan suasana yang nyaman dan
penuh kekeluargaan, diharapkan setiap peserta didik mampu mengembangkan potensi
diri secara optimal.
“Keberagaman menjadi nilai-nilai yang sangat berharga dalam
kehidupan. Karena pasti, adik-adik semua akan menemui perbedaan, baik di
lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah. Saat bergaul dengan teman, tentunya
akan menemui teman yang berbeda suku, ras, dan adat istiadat, misalnya.
Keberagaman di Indonesia ini justru mengeratkan persatuan antar masyarakat,” tutur
Bambang Tri Antono, selaku perwakilan FKUB Kemenag Surakarta, saat memberikan
penyuluhan kepada peserta MATAMUDA mengenai pentingnya menghargai keberagaman.
Dalam pergaulan masa kini, marak terjadi diskriminasi karena kurangnya pemahaman tentang toleransi di kalangan remaja. Maka dari itu, penting sekali untuk memberikan penyuluhan yang menyeluruh kepada siswa-siswi baru untuk menanamkan karakter yang baik.
“Kegiatan MATAMUDA kemarin nyaman dan tidak melelahkan. Kami
belajar untuk menghargai teman yang berbeda suku, dan belajar untuk tidak
membeda-bedakan teman dalam rangka menciptakan pergaulan yang baik. Selain itu
banyak materi yang kita dapat serta permainan yang seru agar kita tidak bosan,”
sahut Kirana Larasati Nugroho.
Penyampaian materi Madrasah Sehat, Aman, dan Menyenangkan menjadi
salah satu bekal penting bagi peserta didik baru dalam memulai perjalanan
belajar di madrasah. Melalui materi ini, peserta didik diajak untuk memahami
pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, menciptakan suasana
yang aman dengan saling menghormati dan menghindari segala bentuk perundungan
dan diskriminasi, serta membangun budaya belajar yang menyenangkan melalui
sikap positif, kerja sama, dan semangat kebersamaan.
Diharapkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama kegiatan
MATAMUDA tidak hanya dipahami sebagai materi pengenalan, tetapi juga diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Dengan demikian, seluruh
warga madrasah dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat,
aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Disusun oleh: Asva Dzakiya dan Nafisah Khoirunnissa’
Hijaukan Madrasah, Wujudkan Ekoteologi melalui Aksi Nyata
Surakarta- Madrasah
Aliyah Al-Muayyad Surakarta melaksanakan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA)
tahun ajaran 2026/2027. Pada hari Selasa, 14 Juli 2026 di halaman Madrasah
Aliyah Al- Muayyad Surakarta.
Memasuki hari kedua
kegiatan MATAMUDA, semangat para peserta tetap terlihat antusias mengikuti
setiap rangkaian acara. Pada kesempatan kali ini, kegiatan diisi dengan materi
bertema lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, serta
kerja sama peserta terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan
sekitar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi
juga mengajak peserta terlibat aktif dalam kegiatan menanam berbagai jenis
tanaman.
“Kita akan membuat lingkungan madrasah yang asri, maka dibentuk beberapa kelompok lalu kita keluar menanam beberapa jenis tanaman, yaitu tomat, cabai, dan terong. Kemudian masing-masing kelompok akan merawatnya sampai panen sehingga hasil panen tersebut nantinya bisa bermanfaat untuk kalian juga,” ujar Dra. Hj. Sri Yamsih kepada peserta MATAMUDA sebelum keluar untuk praktik secara langsung.
Selain itu, untuk melatih kerja sama tim maka kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, peserta memperoleh pengalaman nyata tentang pentingnya menjaga lingkungan supaya tetap asri, mengelola lingkungan, serta menumbuhkan sikap peduli terhadap alam sejak dini.
"Kegiatannya seru dan menyenangkan. Karena keponakan ibu saya seorang petani jadi saya sudah memiliki sedikit pengetahuan tentang tanaman sehingga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pengetahuan saya lebih dalam. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama tim, menumbuhkan rasa tanggung jawab kelompok dan membuat saya semakin mencintai lingkungan," ungkap Rio Febrian Saputra kelas 10 yang merupakan salah satu peserta kegiatan MATAMUDA.
Selanjutnya untuk sesi
kedua bersama Wakil Kepala Bidang Kurikulum membahas beberapa tema. Tema pertama,
orientasi ibadah dalam proses belajar mengajar. Melalui materi ini, peserta diajak
memahami bahwa setiap aktivitas belajar dapat bernilai ibadah apabila dilandasi
niat yang ikhlas, dilakukan dengan sungguh-sungguh, serta senantiasa menjunjung
tinggi adab kepada Allah Swt., guru, dan sesama teman.
Selain itu, beliau juga menghadirkan
profil singkat lulusan berprestasi sebagai sumber inspirasi. Kisah perjalanan
mereka menunjukkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan
melalui kedisiplinan, kerja keras, doa, dan semangat untuk terus belajar. Sehingga
pengalaman mereka dapat memotivasi para siswa untuk mengembangkan potensi diri
dan berani meraih prestasi di berbagai bidang.
“Pembelajaran di madrasah
ini menggunakan Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendekatan pendidikan yang
menempatkan kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan
nilai-nilai keislaman sebagai ruh dalam setiap proses pembelajaran. Melalui
kurikulum ini, kegiatan belajar mengajar tidak hanya berorientasi pada
pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berakhlak
mulia, empati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Dengan menghadirkan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan penuh makna, sehingga
madrasah mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, beradab, serta siap
menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang
menjunjung tinggi nilai-nilai cinta kepada Allah Swt., sesama manusia, alam
semesta, dan bangsa,” terang beliau, Ibu Diah Purwaning Putri, M.Pd
Tidak kalah penting, beliau
juga membahas mengenai cara menyesuaikan diri dalam mengikuti pembelajaran di
madrasah sesuai tingkat pendidikan. Beradaptasi dengan lingkungan baru,
memahami budaya belajar di madrasah, membangun komunikasi yang baik dengan guru
dan teman, serta mengatur waktu secara efektif merupakan langkah awal untuk
meraih keberhasilan dalam proses belajar.
Disusun oleh: Nafisah
Khoirunnissa’ dan Asva Dzakiya
UPACARA PEMBUKAAN MASA TA’ARUF MURID MADRASAH (MATAMUDA) TAHUN AJARAN 2026/ 2027
Kegiatan Masa Ta'aruf Murid
Madrasah (MATAMUDA) secara resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang
berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat. Upacara ini menjadi
awal dimulainya rangkaian pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik
baru sebagai langkah awal memasuki kehidupan belajar di Madrasah Aliyah
berbasis pondok pesantren.
“Saya ucapkan selamat
datang dan selamat bergabung di Madrasah Aliyah Al- Muayyad. Jadilah siswa
siswi yang rajin, disiplin, dan bersemangat sekolah. Jika kalian malas
bersekolah, ingatlah wajah lelah orang tua kalian yang bekerja keras mencari
nafkah untuk membiayai sekolah kalian. Sebagai siswa-siswi madrasah Aliyah yang
religius, jangan sekali-kali tinggalkan sholat, ngaji, dan perbanyak ibadah
sunnah lainnya. Terus berbakti kepada orang tua meski berjarak jauh, sampaikan
rindu kalian melalui doa yang kalian panjatkan. Hormati semua guru yang ada di
sini, dan bertemanlah dengan baik. Saya juga berpesan, jaga kebersihan
lingkungan Madrasah Aliyah Al- Muayyad, jangan tinggalkan sampah. Mari bersama-sama
menjaga lingkungan madrasah agar tetap bersih sehingga kalian yang belajar juga
merasa nyaman,” pesan Drs. H. Sarjana, MM. selaku kepala Madrasah Aliyah Al-
Muayyad Surakarta dalam pidato upacara pembukaan MataMuda
Sebagai tanda dimulainya
kegiatan MATAMUDA, dilaksanakan prosesi penyematan atribut secara simbolis
kepada perwakilan peserta didik baru oleh Kepala Madrasah. Penyematan tersebut
menjadi simbol resmi diterimanya peserta didik sebagai bagian dari keluarga
besar madrasah sekaligus mencerminkan kesiapan mereka untuk mengikuti seluruh
rangkaian kegiatan pengenalan serta menjalani proses pendidikan dengan penuh
tanggung jawab.
Melalui upacara pembukaan
ini, diharapkan seluruh peserta didik baru memiliki semangat untuk mengenal
budaya madrasah, menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, akhlak mulia,
serta membangun rasa kebersamaan. Momentum ini juga menjadi awal pembentukan karakter
peserta didik yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan berlandaskan
nilai-nilai keislaman dalam lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
Memasuki rangkaian
kegiatan MATAMUDA yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah,
dan Mars Almuayyad. Selanjutnya peserta mengikuti sesi pembukaan yang
disampaikan oleh Kepala Madrasah. Pada hari pertama ini, para peserta
diperkenalkan dengan profil kemadrasahan sebagai bekal awal untuk memahami
lingkungan belajar, budaya madrasah, tata tertib, serta nilai-nilai yang
menjadi landasan dalam proses pendidikan di Madrasah Aliyah berbasis pondok
pesantren. Materi disampaikan oleh Bapak Kepala Madrasah dan Wakil Kepala
Bidang Kesiswaan.
Dalam penyampaiannya,
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan oleh Ibu Anis Mega Puspaningrum, S.Pd
mengingatkan seluruh peserta didik untuk senantiasa mematuhi tata tertib
madrasah sebagai wujud kedisiplinan dan tanggung jawab. Beliau menegaskan bahwa
tata tertib bukan sekadar aturan yang harus ditaati, melainkan pedoman untuk
membentuk karakter, menumbuhkan sikap disiplin, menghargai sesama, serta
menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
"Jadikan tata tertib
sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin adalah kunci
keberhasilan, dan setiap peserta didik bertanggung jawab menjaga nama baik
madrasah melalui sikap, perilaku, dan prestasi yang baik."
Selain materi tentang
kemadrasahan, materi mengenai wawasan kebangsaan dan moderasi beragama disampaikan
oleh Bapak Eko Rohmadi, S.Ag. Materi tersebut bertujuan menumbuhkan rasa cinta
tanah air, semangat persatuan dalam keberagaman, serta sikap beragama yang
moderat, toleran, dan saling menghormati. Melalui penyampaian ini, diharapkan
peserta didik baru mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan semangat
kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah penyampaian materi yang
terakhir, kegiatan MATAMUDA ditutup dengan menyanyikan Hymne Madrasah.
Sesi ini menjadi langkah
awal bagi peserta didik baru untuk mengenal identitas madrasah sekaligus
memahami perannya sebagai generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia,
memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu mengamalkan nilai-nilai
moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Disusun oleh: Nafisah
Khoirunnissa’ dan Asva Dzakiya.
KHOTBAH IFTITAH PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MA AL-MUAYYAD TAHUN AJARAN 2026/2027
Surakarta- Madrasah
Aliyah Al-Muayyad Surakarta melaksanakan Khotbah Iftitah yang diadakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Al-Muayyad bagi peserta didik baru
tahun ajaran 2026/2027. Pada hari Ahad, 12 Juli 2026 di Lapangan Pondok
Pesantren Al- Muayyad Surakarta.
Khotbah Iftitah merupakan
kegiatan pembuka tahun pelajaran yang memiliki peran penting dalam mengenalkan
nilai-nilai kehidupan pesantren kepada peserta didik baru. Melalui kegiatan
ini, para santri kelas X memperoleh arahan mengenai visi dan misi madrasah,
tata tertib, budaya belajar, adab terhadap guru, kedisiplinan, serta pentingnya
membangun karakter Islami sebagai bekal menempuh pendidikan di lingkungan
madrasah aliyah berbasis pondok pesantren.
Prosesi penyerahan santri
baru dari orang tua/wali santri kepada pihak Madrasah Aliyah dan Pondok
Pesantren ini menjadi simbol kepercayaan serta amanah yang diberikan oleh orang
tua kepada madrasah dan pesantren untuk membimbing, mendidik, dan membina para
santri dalam menuntut ilmu, membentuk akhlak mulia, serta mengembangkan potensi
diri sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Hari ini, kami para wali
santri mau melepas anak anak kami. Ini menjadi momen yang luar biasa bagi kami,
para orangtua, wali santri yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kami
sebagai orangtua untuk mendidik mereka. Tapi mungkin karena keterbatasan waktu,
dan keinginan para orangtua agar anak anaknya mendapat pendidikan yang lebih
baik, maka hari ini kami mengantar anak anak kami ke Pondok Pesantren
Al-Muayyad. Meskipun sebenarnya masih belum tega, kami masih kepingin dekat,
tetapi ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai orangtua. Agar
kedepannya, anak anak kami memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Dr. KH. Wafiyul
Ahdi, S.H, M.Pd. selaku perwakilan wali santri baru Pondok Pesantren Al-
Muayyad Surakarta.
Setelah prosesi
penyerahan santri baru oleh perwakilan wali santri, rangkaian acara dilanjutkan
dengan sambutan sekaligus penerimaan santri baru secara resmi oleh Pengasuh
Pondok Pesantren. Momen ini menjadi penanda diterimanya para santri sebagai
bagian dari keluarga besar Madrasah Aliyah berbasis pondok pesantren.
“Para bapak ibu wali
santri yang baru, yang berbahagia. Pertama, saya ucapkan selamat datang di Pondok
Pesantren Al-Muayyad ini. Semoga dalam keadaan sehat walafiat, dan bahagia,
putra putri bapak ibu untuk dititipkan di sini, seperti yang sudah disampaikan
oleh perwakilan wali santri. Dengan bismillah bersama-sama, penyerahan para
santri baru saya terima. Semoga menjadikan kita dalam membina ini diberi
kemudahan oleh Allah SWT,” tutur Drs. KH. Abdul Rozaq Shofawi selaku pengasuh
Pondok Pesantren Al- Muayyad Surakarta.
“Untuk itu, kepada santri
santriwati, saya pesankan kepada kalian, semoga kalian dalam mengikuti
pendidikan ini, dengan tujuan berbakti kepada Allah dan bapak ibu, menjadi anak
yang sholeh sholehah, bisa mendoakan bapak ibu di dunia dan di akhirat. Dan semoga
kalian diberikan kesehatan dzahiran wa batinan di Pondok Pesantren Al-Muayyad
ini. Jangan mengharap sangu, karena percayalah bapak ibu pasti akan selalu
memberi kabar untuk sangu selama di pondok. Jadilah anak yang khidmat kepada
guru dan para pendidik kamu. Insya Allah kalian akan menjadi anak anak yang
sholeh dan sholehah. Aamiin.”
Dengan berakhirnya
kegiatan Khotbah Iftitah ini, diharapkan seluruh santri baru dapat memulai
perjalanan pendidikan dengan semangat, tekad yang kuat, dan komitmen untuk
terus belajar serta memperbaiki diri. Semoga kebersamaan antara santri, orang
tua, madrasah, dan pondok pesantren senantiasa terjalin dengan baik sehingga
mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan
memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Disusun oleh: Nafisah
Khoirunnissa’ dan Asva Dzakiya.
SISWA-SISWI MA AL-MUAYYAD SURAKARTA YANG DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI TAHUN AJARAN 2025/2026
Surakarta- Madrasah Aliyah
Al-Muayyad Surakarta mengumumkan siswa-siswi yang diterima di Perguruan Tinggi
Negeri melalui jalur SNBP, SPAN-PTKIN, SNBT SNPMB, SBUB, TARUNA PPI, dan UTUL.
Pada hari Selasa, 21 Juli 2026 di Madrasah Aliyah Al Muayyad Surakarta.
Dengan penuh rasa syukur dan
bangga, madrasah mengucapkan selamat kepada para siswa yang berhasil diterima
di berbagai perguruan tinggi melalui jalur seleksi yang telah diikuti.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, doa, serta
dukungan penuh dari orang tua, guru, dan seluruh warga madrasah.
Prestasi ini tidak hanya menjadi
kebanggaan bagi siswa dan keluarga, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat
belajar, disiplin, dan tekad yang kuat mampu mengantarkan generasi muda meraih
cita-cita. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas
untuk terus berusaha memberikan yang terbaik dalam menempuh pendidikan.
“Kami berharap para siswa yang
telah diterima di perguruan tinggi dapat terus mengembangkan potensi diri,
menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi positif bagi
masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat menempuh jenjang pendidikan yang baru, semoga
sukses selalu menyertai setiap langkah menuju masa depan yang gemilang," ujar
Bapak Drs. Sarjana, MM.
Daftar siswa-siswi MA Al-Muayyad
Surakarta yang diterima di Perguruan Tinggi, sebagai berikut:
1. 1. UPN Veteran Yogyakarta: S1 Ekonomi Pembangunan
2. 2. Universitas Diponegoro: D4 Informasi dan Humas, S1 Kesehatan
Masyarakat, S1 Sejarah, S1 Sastra Indonesia, S1 Kedokteran
3. 3. Poltekkes Surakarta: Pendidikan Profesi Bidan
4. 4. UIN Raden Mas Said Surakarta: Hukum Keluarga Islam, Tasawuf dan
Psikoterapi, Pendidikan Bahasa Arab, Manajemen Bisnis Syari’ah, Ilmu Al-Qur’an
dan Tafsir, PGMI, Bimbingan dan Konseling Islam, PIAUD, PAI, Tadris Biologi
5. 5. UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo: Hukum Keluarga Islam
6. 6. UIN Salatiga: Tadris Bahasa Inggris, PGMI
7. 7. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Ekonomi Syari’ah, Aqidah dan
Filsafat Islam, Sosiologi Agama, Sejarah dan Kebudayaan Islam
8 8. UIN Walisongo Semarang: Manajemen Haji dan Umrah, Komunikasi dan
Penyiaran Islam, Ekonomi Syari’ah, Tadris Biologi
9. 9. Politeknik Negeri Semarang: D3 Teknik Mesin
1010. Politeknik Negeri Pontianak: Pengolahan dan Penyimpanan Hasil
Perikanan
1111. Politeknik Perkeretaapian Madiun: D3 Teknologi Bangunan dan Jalur
Perkeretaapian
1212. Universitas Gadjah Mada: D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak,
S1 Fisika
Disusun oleh: Asva Dzakiya dan Nafisah Khoirunnissa’
PENGUMUMAN KELULUSAN KELAS XII TAHUN PELAJARAN 2025/2026
PENGUMUMAN KELULUSAN KELAS XII TAHUN PELAJARAN 2025/2026
MA AL-MUAYYAD SURAKARTA
Sehubungan dengan telah berakhirnya proses pembelajaran siswa-siswi kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026, maka pada:
1. Hari/tanggal: Selasa/04 Mei 2026 diumumkan hasil kelulusan secara online melalui website resmi MA Al-Muayyad Surakarta pada pukul 17:00 WIB.
2. Kepala MA Al-Muayyad Surakarta, selaku Ketua Penyelenggara Ujian Madrasah tahun Pelajaran 2025/2026, dengan mengacu pada:
A. Kurikulum Madrasah MA Al-Muayyad Surakarta yang menggunakan Kurikulum Merdeka.
B. Kriteria kelulusan siswa MA Al-Muayyad Surakarta Tahun Pelajaran 2025/2026.
C. Rapat Pleno Dewan Pendidik tentang kelulusan Tahun Pelajaran 2025/2026 pada tanggal 28 April 2026.
Menyatakan bahwa Hasil Keputusan Penentuan Kelulusan kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dilakukan sebagai berikut :
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan agar diketahui. Pembagian SKL akan dilaksanakan hari Selasa, 05 Mei 2026, bertempat di MA Al-Muayyad Surakarta.
SHARING MOTIVASI BERSAMA ALUMNI AL-AZHAR MESIR OLEH SYAIKH SUBHI GHONIM
MERAIH HIKMAH ISRA’ MI’RAJ MELALUI SHOLAWAT, MENYUCIKAN HATI DAN JIWA
MERAIH HIKMAH ISRA’ MI’RAJ MELALUI SHOLAWAT, MENYUCIKAN HATI DAN JIWA
Surakarta- Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta melaksanakan kegiatan
Madrasah Aliyah Bersholawat pada hari Rabu
21 Januari 2026 bertempatan di aula Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta lt.1.
Memperingati Isra’ Mi’raj 1447 H.
Acara ini dilakukan untuk memeriahkan dan memperingati peristiwa Isra’
Mi’raj, yang di mana kita ketahui bahwasanya peristiwa ini adalah salah satu
peristiwa penting yang mana kita sebagai umat muslim harus percaya dan memahami
makna dari peristiwa tersebut. Oleh karena itu IPMA MADRASAH ALIYAH mengadakan
acara “Madrasah Aliyah Bersholawat” untuk mengajak para siswa siswi bersholawat
bersama.
Acara ini, juga bertujuan meningkatkan keimanan dan karakter Islami, menumbuhkan kecintaan
pada Allah dan Nabi Muhammad SAW, memberikan ketenangan hati, memperkuat akhlak
mulia, serta menjadi sarana doa terkabul dan meraih syafaat Nabi. Kegiatan ini
membentuk siswa menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, serta cerdas
secara spiritual dan akademis. .
“Terimakasih untuk para siswa siswi Madrasah Aliyah atas partisipasinya
dalam memeriahkan acara Madrasah Aliyah Bersholawat kali ini khususnya pada
guru serta teman teman tim hadroh MALAKA. Saya harap kita dapat senantiasa taat
sebagai umat Nabi Muhammad dan sebagai siswa dan siswi Madrasah Aliyah
Al-Muayyad.” Terang Albani selaku perwakilan IPMA Madrasah Aliyah Surakarta.
Madrasah Aliyah Bersholawat kali ini di hadiri oleh Drs. Sarjana, MM. sebagai
Kepala Madrasah Aliyah Surakarta dan para guru dan staf Madrasah Aliyah
Al-Muayyad Surakarta.
“Peristiwa ini adalah sebagai penghibur bagi Rasulullah SAW yang mana
kita tau beliau mengalami kesedihan yaitu wafatnya istri tercinta yaitu Siti
Khadijah, dan berpulangnya orang yang paling beliau hormati yaitu Abu Tholib,
atau yang biasa kita kenal sebagai “Amul Khuzni” atau tahun kesedihan. Dalam
peristiwa ini Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk menunaikan sholat sebanyak
50 waktu, namun beliau menawar menjadi 5 waktu agar umatnya senantiasa
mengerjakannya. Maka dari itu marilah kita sebagai umat Nabi Muhammad yang taat
untuk mengerjakan sholat 5 waktu” Ungkap Bapak Sarjana selaku kepala Madrasah
Aliyah
Acara ini berlangsung dengan lancar dan meriah,acara ini ditutup dengan
sesi foto bersama para guru dan IPMAWAN dan IPMAWATI Madrasah Aliyah Al-Muayyad
Surakarta serta untuk mengisi acara sekaligus penutup diadakan NOBAR santri di
aula Madrasah Aliyah sebagi sarana refreshing di awal tahun 2026.
Disusun oleh: Dini Agustin dan Nisakirana







.jpeg)











.jpeg)
.jpeg)





.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
