MERAIH HIKMAH ISRA’ MI’RAJ MELALUI SHOLAWAT, MENYUCIKAN HATI DAN JIWA






MERAIH HIKMAH ISRA’ MI’RAJ MELALUI SHOLAWAT, MENYUCIKAN HATI DAN JIWA

Surakarta- Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta melaksanakan kegiatan Madrasah Aliyah Bersholawat  pada hari Rabu 21 Januari 2026 bertempatan di aula Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta lt.1. Memperingati Isra’ Mi’raj 1447 H.

 

Acara ini dilakukan untuk memeriahkan dan memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj, yang di mana kita ketahui bahwasanya peristiwa ini adalah salah satu peristiwa penting yang mana kita sebagai umat muslim harus percaya dan memahami makna dari peristiwa tersebut. Oleh karena itu IPMA MADRASAH ALIYAH mengadakan acara “Madrasah Aliyah Bersholawat” untuk mengajak para siswa siswi bersholawat bersama.

Acara ini, juga bertujuan meningkatkan keimanan dan karakter Islami, menumbuhkan kecintaan pada Allah dan Nabi Muhammad SAW, memberikan ketenangan hati, memperkuat akhlak mulia, serta menjadi sarana doa terkabul dan meraih syafaat Nabi. Kegiatan ini membentuk siswa menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, serta cerdas secara spiritual dan akademis. .

“Terimakasih untuk para siswa siswi Madrasah Aliyah atas partisipasinya dalam memeriahkan acara Madrasah Aliyah Bersholawat kali ini khususnya pada guru serta teman teman tim hadroh MALAKA. Saya harap kita dapat senantiasa taat sebagai umat Nabi Muhammad dan sebagai siswa dan siswi Madrasah Aliyah Al-Muayyad.” Terang Albani selaku perwakilan IPMA Madrasah Aliyah Surakarta.

Madrasah Aliyah Bersholawat kali ini di hadiri oleh Drs. Sarjana, MM. sebagai Kepala Madrasah Aliyah Surakarta dan para guru dan staf Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta.                                                                                                                        

“Peristiwa ini adalah sebagai penghibur bagi Rasulullah SAW yang mana kita tau beliau mengalami kesedihan yaitu wafatnya istri tercinta yaitu Siti Khadijah, dan berpulangnya orang yang paling beliau hormati yaitu Abu Tholib, atau yang biasa kita kenal sebagai “Amul Khuzni” atau tahun kesedihan. Dalam peristiwa ini Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk menunaikan sholat sebanyak 50 waktu, namun beliau menawar menjadi 5 waktu agar umatnya senantiasa mengerjakannya. Maka dari itu marilah kita sebagai umat Nabi Muhammad yang taat untuk mengerjakan sholat 5 waktu” Ungkap Bapak Sarjana selaku kepala Madrasah Aliyah

 

Acara ini berlangsung dengan lancar dan meriah,acara ini ditutup dengan sesi foto bersama para guru dan IPMAWAN dan IPMAWATI Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta serta untuk mengisi acara sekaligus penutup diadakan NOBAR santri di aula Madrasah Aliyah sebagi sarana refreshing di awal tahun 2026.

Disusun oleh: Dini Agustin dan Nisakirana

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by Cak Imin | | Agus Muhaimin