Surakarta- Madrasah
Aliyah Al-Muayyad Surakarta melaksanakan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA)
tahun ajaran 2026/2027. Pada hari Selasa, 14 Juli 2026 di halaman Madrasah
Aliyah Al- Muayyad Surakarta.
Memasuki hari kedua
kegiatan MATAMUDA, semangat para peserta tetap terlihat antusias mengikuti
setiap rangkaian acara. Pada kesempatan kali ini, kegiatan diisi dengan materi
bertema lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, serta
kerja sama peserta terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan
sekitar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi
juga mengajak peserta terlibat aktif dalam kegiatan menanam berbagai jenis
tanaman. Selain itu, untuk melatih kerja sama tim maka kegiatan ini dilakukan
secara berkelompok. Dengan metode
pembelajaran yang interaktif, peserta memperoleh pengalaman nyata tentang
pentingnya menjaga lingkungan supaya tetap asri, mengelola lingkungan, serta
menumbuhkan sikap peduli terhadap alam sejak dini.
“Kita akan membuat
lingkungan madrasah yang asri, maka dibentuk beberapa kelompok lalu kita keluar
menanam beberapa jenis tanaman, yaitu tomat, cabai, dan terong. Kemudian
masing-masing kelompok akan merawatnya sampai panen sehingga hasil panen
tersebut nantinya bisa bermanfaat untuk kalian juga,” ujar Dra. Hj. Sri Yamsih
kepada peserta MATAMUDA sebelum keluar untuk praktik secara langsung.
"Kegiatannya seru
dan menyenangkan. Karena keponakan ibu saya seorang petani jadi saya sudah
memiliki sedikit pengetahuan tentang tanaman sehingga dengan adanya kegiatan
ini bisa menambah pengetahuan saya lebih dalam. Selain itu, kegiatan ini juga
melatih kerja sama tim, menumbuhkan rasa tanggung jawab kelompok dan membuat
saya semakin mencintai lingkungan," ungkap Rio Febrian Saputra kelas 10 yang
merupakan salah satu peserta kegiatan MATAMUDA.
Selanjutnya untuk sesi
kedua bersama Wakil Kepala Bidang Kurikulum membahas beberapa tema. Tema pertama,
orientasi ibadah dalam proses belajar mengajar. Melalui materi ini, peserta diajak
memahami bahwa setiap aktivitas belajar dapat bernilai ibadah apabila dilandasi
niat yang ikhlas, dilakukan dengan sungguh-sungguh, serta senantiasa menjunjung
tinggi adab kepada Allah Swt., guru, dan sesama teman.
Selain itu, beliau juga menghadirkan
profil singkat lulusan berprestasi sebagai sumber inspirasi. Kisah perjalanan
mereka menunjukkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan
melalui kedisiplinan, kerja keras, doa, dan semangat untuk terus belajar. Sehingga
pengalaman mereka dapat memotivasi para siswa untuk mengembangkan potensi diri
dan berani meraih prestasi di berbagai bidang.
“Pembelajaran di madrasah
ini menggunakan Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendekatan pendidikan yang
menempatkan kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan
nilai-nilai keislaman sebagai ruh dalam setiap proses pembelajaran. Melalui
kurikulum ini, kegiatan belajar mengajar tidak hanya berorientasi pada
pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berakhlak
mulia, empati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Dengan menghadirkan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan penuh makna, sehingga
madrasah mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, beradab, serta siap
menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang
menjunjung tinggi nilai-nilai cinta kepada Allah Swt., sesama manusia, alam
semesta, dan bangsa,” terang beliau, Ibu Diah Purwaning Putri, M.Pd
Tidak kalah penting, beliau
juga membahas mengenai cara menyesuaikan diri dalam mengikuti pembelajaran di
madrasah sesuai tingkat pendidikan. Beradaptasi dengan lingkungan baru,
memahami budaya belajar di madrasah, membangun komunikasi yang baik dengan guru
dan teman, serta mengatur waktu secara efektif merupakan langkah awal untuk
meraih keberhasilan dalam proses belajar.
Disusun oleh: Nafisah
Khoirunnissa’ dan Asva Dzakiya









Tidak ada komentar:
Posting Komentar